Wa Lancar

Wa Lancar >> English version

Folklore dari Sumatera Utara

WA Lancar adalah seorang pemuda miskin. Namun ia selalu ingin belajar dengan tekun. Namun dia tidak punya cukup uang untuk pergi berguru. Untungnya, ia bertemu dengan seorang guru yang baik. Dia bersedia mengajar Wa Lancar. Imbalannya, ia meminta Wa Lancar untuk membantunya di sawah. Wa Lancar setuju. Guru mengajarinya segala sesuatu.

Setelah beberapa tahun, sang guru berpikir bahawa sudah cukup bagi Wa Lancar sebagai muridnya. Sebelum Wa Lancar pergi, guru memberinya satu saran.

"Jika Anda lapar, jangan segera makan, Tunggulah dulu."

Wa Lancar kemudian pergi. Dia masih ingin belajar. Ia bertemu dengan guru kedua. Seperti guru pertama, Wa Lancar juga tidak harus membayar. Dia hanya diminta untuk membantu guru di sawah. Wa Lancar belajar selama beberapa tahun dan guru memintanya untuk pergi. Dia juga memberi nasihat kepada Wa Lancar.

"Ketika Anda lelah berjalan, berhenti dan beristirahatlah."

Wa Lancar masih belum puas. Dia bertemu guru ketiga. Sekali lagi, dia tidak harus membayar sejumlah uang. Dia juga diminta untuk membantu guru di sawah. Kemudian, sudah waktunya bagi dia untuk pergi. Sekali lagi, guru ketiga memberinya saran.

"Cari batu dan pisau, dan kemudian asahlah pisau."

Wa Lancar sangat bersyukur. Dia ingin membantu semua anak-anak miskin. Dia kemudian mengajar mereka. Pada awalnya, dia hanya memiliki sedikit siswa, setelah itu ia memiliki lebih banyak dan lebih siswa. Hal itu membuat guru lain cemburu.

Guru yang cemburu pergi ke istana dan mengatakan kepada raja bahwa Wa Lancar mengajarkan pelajaran yang buruk untuk anak-anak. raja marah. Dia dihukum Wa Lancar. Hukumannya adalah Wa Lancar harus menikahi putri raja. Wa Lancar takut. Itu karena setiap orang yang menikah dengan putri raja, akan mati secara misterius.

Pada resepsi pernikahan, para tamu disajikan dengan makanan lezat. Guru yang cemburu memberi Wa Lancar makanan. Wa Lancar ingat nasihat guru pertama nya, tidak segera makan ketika ia lapar. Wa Lancar menolak makanan. Namun pria di sampingnya makan makanan. Tidak lama setelah itu, pria itu menderita sakit perut. Kemudian orang itu meninggal. Rupanya, makanan diracun.

Di pagi hari berikutnya, guru yang cemburu kepada Wa Lancar bahwa raja meminta Wa Lancar untuk memberikan raja batu hitam dari bukit. Wa Lancar pergi dengan beberapa tentara. Setelah beberapa jam berjalan, Wa Lancar lelah. Dia ingat nasihat guru kedua nya, untuk berhenti dan beristirahat jika ia lelah berjalan.

Wa Lancar mengatakan tentara berjalan dulu. Wa Lancar beruntung. Para prajurit terperangkap dalam lubang besar. Wa Lancar kemudian mengambil batu hitam dan membawanya ke istana. Ketika ia tiba di istana, Wa Lancar ingin tidur.

Tiba-tiba ia teringat nasihat guru ketiga, untuk mengasah pisau dengan batu. Wa Lancar mengambil pisau dan mengasahnya dengan batu hitam.

Setelah ia selesai, ia pergi ke tempat tidur. Dia melihat lipan di tempat tidur! Dia membunuh kelabang dengan pisaunya. Istrinya terbangun. Dia mendengar semua kebisingan. Dia terkejut melihat lipan mati di tempat tidur.

Wa Lancar mengatakan kepada istrinya segalanya. Dia yakin bahwa semua hal-hal buruk terjadi karena guru yang cemburu. Istrinya segera memberitahu ayahnya, raja, semua hal-hal buruk. Raja bertanya pada guru yang cemburu jika itu benar. Guru yang cemburu tidak bisa berbuat apa-apa. Dia mengatakan kepada segala sesuatu dan mengakui kesalahannya. raja kemudian menghukumnya. ***

No comments: