Gunung Gentong

Gentong Mountain >> English Version

Folklor dari Yogyakarta

Apakah kamu sudah membaca kisah tentang Raden Patah? Kisah itu menceritakan kepada kita bahwa ia tinggal di hutan dan akhirnya ia bisa kembali dan tinggal di istana Kerajaan Majapahit.

Ingin tahu cerita selanjutnya tentang Raden Patah? Ayo baca lanjutannya, teman-teman!

Raden Patah sangat bahagia. Istana sangat jauh berbeda dari hutan. Dan sang raja, ayahnya, mengajarinya segala sesuatu.

Raja berharap bahwa Raden Patah suatu hari nanti bisa menggantikan dia sebagai raja.

Perlahan Raden Patah menjadi orang besar. Ketika ia dewasa, ia sudah menguasai banyak keterampilan. Rakyat menghormatinya. Dan itu bukan hanya karena dia adalah anak dari seorang raja, atau ia terampil dalam banyak hal, tapi itu karena dia adalah orang yang baik, sopan, dan suka membantu.

Banyak orang mencintainya. Raja memerintahkan Raden Patah untuk pergi ke Palembang. Raden Patah diminta untuk tinggal dan memimpin rakyat di sana. Wilayah itu berada di bawah kekuasaan Kerajaan Majapahit. Itu adalah tugas besar untuk Raden Patah. Dan dia melakukan tugas secara bertanggung jawab.

Raden Patah tinggal di Palembang selama beberapa tahun. Di bawah kekuasaannya, tempat ini menjadi makmur. Orang-orang hidup bahagia. Dan Raden Patah juga merekrut banyak orang untuk menjadi prajuritnya. Dia membangun tentara yang kuat.

Raden Patah merindukan sangat ayahnya. Suatu malam, ia bermimpi tentang ayahnya. Dia pikir ada sesuatu yang tidak baik terjadi dengan ayahnya. Oleh karena itu ia meninggalkan Palembang dengan terburu-buru. Dia juga membawa tentara untuk pergi bersamanya. Ketika ia tiba di Jawa, seorang tentara Kerajaan Majapahit melihat Raden Patah dan tentaranya datang ke Majapahit Raya.

Prajurit itu segera melaporkan kepada raja. Raja terkejut mendengar laporan itu. Dia tidak tahu mengapa Raden Patah datang dengan banyak tentara. Salah satu penasehatnya mengatakan bahwa Raden Patah mungkin balas dendam, karena raja telah meninggalkannya di hutan.

Raja percaya apa yang dikatakan penasihat. Dia meminta semua orang untuk meninggalkan istana. Ketika Raden Patah tiba di istana ia sangat kecewa melihat bahwa istana itu kosong. Dia tidak melihat siapa pun di sana. Dia mendengar bahwa raja telah meninggalkannya. Jadi Raden Patah memerintahkan prajuritnya untuk mengikuti raja.

Raja mendengar bahwa Raden Patah mengikutinya. Sehinnga, ia pindah ke tempat lain. Ia pergi ke bukit besar dan tinggal di sana dengan ratu dan beberapa prajurit.

Bukit itu kosong dan tidak subur. Tidak ada pohon dan hawa sangat panas. Tidak ada sumber air. Mereka begitu haus.

Raden Patah akhirnya tiba di bukit. Dia tahu mereka begitu haus. Dia ingin membantu mereka. Dengan kekuasaannya, ia membawa gentong besar, yaitu sebuah mangkuk gerabah besar untuk air. Dia mengangkat gentong itu dan melemparkannya ke atas bukit.

Gentong mendarat dengan baik di atas bukit. Raja dan seluruh orang bersyukur. Mereka segera meminum air. Dan ketika Raden Patah tiba, ia bertanya kepada ayahnya mengapa ia meninggalkan istana.

Sang ayah menjelaskan dan Raden Patah dan ia paham bahwa ada kesalahpahaman. Dia mengatakan kepada ayahnya bahwa ia tidak pernah merencanakan untuk menyerang Majapahit. Raden Patah dan ayahnya kembali ke istana. Gentong itu masih di atas bukit besar. Sejak itu orang manamai bukit sebagai Gunung Gentong. ***


Gunung Gentong

No comments: