Abo dan Raksasa

Abo and The Giant >> English Version

Folklore dari Sulawesi Utara

ABO Mamongkuroit dan istrinya, Monondeaga, tinggal di hutan. Meskipun mereka miskin, mereka sangat bahagia. Mereka saling mencintai. Suatu hari Abo harus pergi desa. Dia meminta izin pada istrinya.

"Jangan pergi terlalu lama. Tolong segera kembali," kata Monondeaga.

Abo kemudian meninggalkan rumah mereka. Sebenarnya, dia tidak ingin meninggalkan istrinya sendiri, dia mendengar Tulap sedang lapar. Tulap adalah seorang raksasa. Dia memakan manusia!

Tidak lama setelah Abo pergi, Monondeaga mendengar langkah kaki yang berat. Dia kemudian teringat pesan Abo. Dia harus bersembunyi di bawah tempat tidur. Tapi sudah terlambat. Tiba-tiba, Tulap mendobrak pintu depan.

"Ha ha ha ... Ayo ke sini. Saya ingin membawamu ke tempatku," kata Tulap.

Monondeaga begitu takut. Namun, dia akhirnya punya ide.

"Jangan bawa saya sekarang. Saya belum mandi. Kembalilah besok."

Pada hari berikutnya, Tulap sudah tidak sabar.

"Saya tidak mau mendengar alasan lagi!"

Dia kemudian meraih Monondeaga dan membawanya ke tempatnya.

Kemudian, Abo pulang. Dia memanggil nama istrinya. Tapi dia tidak bisa menemukannya. Dia kemudian memiliki perasaan yang buruk. Dia takut bahwa Tulap telah membawanya. Dia langsung dilarikan ke Tulap tempat.

Setelah memakan waktu beberapa hari, ia akhirnya tiba di tempat Tulap, yaitu sebuah gua besar.

"Tulap! Keluar! Kembalikan istri saya!" menjerit Abo.

Tulap kemudian keluar dari guanya. Dia sangat senang karena ada manusia yang datang ke guanya. Dia tidak harus berburu.

Abo sudah siap dengan senjatanya dan ia segera menyerangnya. Tulap tidak siap dengan serangan itu. Dia pikir Abo tidak punya nyali untuk melawan dia.

Abo mengalami kesulitan untuk membunuh Tulap. Namun akhirnya, ia berhasil. Tulap tewas! Abo segera masuk ke dalam gua . Dia melihat banyak orang berada di dalam kurungan yang besar. Salah satunya adalah istrinya yang tercinta, Monondeaga.

Abo segera membuka kurungan. Semua orang di dalam kurungan sangat bahagia. Mereka berterima kasih Abo untuk keberanian nya. Abo dan Monondeaga pulang ke rumah. Sekarang rakyat bisa hidup dengan damai. Raksasa telah mati. ***

Gunung Ambang

No comments: