Siuk Bimbim dan Siuk Bambam

Siuk Bimbim and Siuk Bambam >> English version

Cerita Rakyat dari Kalimantan Tengah

Siuk Bimbim dan Siuk Bambam adalah saudara. Mereka adalah anak yatim. Orang tua mereka meninggal ketika Siuk Bimbim masih bayi. Siuk Bambam selalu mengurus adiknya, Siuk Bimbim. Mereka saling membantu dan tidak pernah bertengkar.

Sore hari, Siuk Bimbim dan Siuk Bambam akan makan malam.

"Kita tidak memiliki cukup makanan. Aku harus pergi ke gudang sekarang," kata Siuk Bambam.

"Tapi, jangan terlalu lama. Pulanglah segera kembali," kata Siuk Bimbim.

"Jangan khawatir. Kunci pintu dan jangan membuka pintu untuk siapa pun kecuali aku, OK?"

Siuk Bambam kemudian meninggalkannya. Sebenarnya ia ingin mengajak saudaranya pergi bersamanya ke lumbung. Tapi sangat jauh. Dia tidak ingin adiknya menjadi lelah. Selain itu, ia bisa pergi ke sana lebih cepat dengan berjalan cepat.

Sementara itu, Siuk Bimbim tidur. Dia sangat lelah. Tiba-tiba, dia bangun. Dia mendengar seseorang mengetuk pintu. suara sangat keras. Siuk Bimbim sangat takut. Ketika dia terlihat luar melalui jendela, ia melihat raksasa depan pintu. Dia terkejut. Raksasa itu kemudian mendobrak pintu dan masuk kedalam rumah. Siuk Bimbim kemudian kabur. Dia berlari sampai dia sangat lelah. Ia merasa ia tidak bisa berdiri lagi. Lalu ia pingsan.

Setelah beberapa saat, Siuk Bambam pulang dari lumbung. Dia terkejut ketika ia melihat rumah berantakan.

Ia memanggil kakaknya, "Siuk Bimbim, di mana kau?"

Tidak ada satu jawaban. Siuk Bambam lebih terkejut ketika ia melihat beberapa jejak kaki. itu bukan jejak kaki adiknya, melainkan jejak kaki raksasa!

Siuk Bambam panik. Dia mencari saudaranya di mana-mana. Tiba-tiba ia melihat saudaranya di bawah pohon. Siuk Bimbim tidak sadarkan diri. Siuk Bambam kemudian membawanya ke sumur ajaib yang dapat menyembuhkan penyakit. Dia memberikan air kepada adiknya. Setelah beberapa saat, Siuk Bimbim sembuh. Siuk Bimbim sangat senang. Dia memeluk adiknya dan membawanya pulang. ***

Bocah Dayak bermain gendang dari kalimantan Timur

Dayak traditional formal clothing

No comments: