Petualangan Pinokio

Dongeng dari Italia

Dahulu kala di Tuscany, Italia ada seorang tukang kayu bernama Master Antonio. Orang-orang memanggilnya Master Cherry. Suatu hari, ia menemukan sebuah blok kayu pinus yang ia rencanakan untuk dipahat menjadi salah satu kaki mejanya.

Ketika dia muliai mengukir kayu itu, ia mendengar suara.

"Pelan-pelan, jangan memahatku terlalu keras!"

Master Cherry terkejut dan mencari dari mana suara itu berasal, namun tidak ada siapapun diruangan.

Kejadian itu terulang lagi sampai akhirnya Master Chery menyadari suara itu berasal dari kayu yang dipahatnya. Master Chery sangat ketakutan mendengar kayu yang bisa berbicara! Akhirnya ia memberikan kayu itu kepada tetangganya, Geppetto, seorang pria yang sangat miskin. Geppetto berencana mencari nafkah sebagai orang yang memainkan boneka kayu duntuk pertunjukan dengan harapan bisa mendapatkan "sekerak roti dan segelas anggur".

Geppetto mengukir blok itu menjadi wujud anak laki-laki dan memberinya sebuah nama.

"Saya pikir saya akan memanggilnya Pinocchio* (*Dalam Bahasa Indonesia biasanya ditulis Pinokio), nama ini akan membawa keberuntungan baginya, saya mengenal seluruh keluarga Pinocchi - Pinocchio si ayah, Pinocchia si ibu, dan Pinocchi anak-anak - dan mereka semua beruntung."

Begitu hidung Pinocchio diukir, ia mulai terlihat dengan bawaannya yang lancang dan kasar. Bahkan sebelum wujudnya terbentuk semua, Pinocchio sudah memiliki sikap nakal; Tak lama setelah Geppetto selesai memahat kaki Pinocchio, boneka kayu itu terus menendangnya.

Setelah Marionette atau boneka kayu selesai, Geppetto mengajarinya untuk berjalan, Pinocchio berlari keluar pintu dan pergi ke kota. Dia tertangkap oleh Carabiniere, yang mengasumsikan Pinocchio telah dianiaya dan memenjarakan Geppetto.

Ditinggal sendiri, Pinocchio kembali ke rumah Geppetto untuk mendapatkan makanan. Begitu sampai di rumah, seekor jangkrik yang dapat berbicara yang telah tinggal di rumah itu selama lebih dari satu abad memperingatkan Pinocchio akan bahaya akan ketidaktaatan dan mencari kesenangan belaka.

"Celakalah anak laki-laki yang tidak taat pada orang tua mereka dan melarikan diri dari rumah! Mereka tidak akan pernah bahagia di dunia ini, dan ketika mereka lebih tua, mereka akan sangat menyesal karenanya."

Jangkrik itu terus saja menasehati bahkan mengkritiknya dengan kata-kata tajam. Pinocchio merasa tidak senang mendengarkan hal itu.

"Hati-hati, jangkrik jelek! Jika Kau membuat saya marah, akan menyesal nantinya!"

"Pinocchio malang, saya merasa kasihan padamu," kata jangkrik.

"Mengapa?" tanya Pinocchio.

"Karena kau adalah Marionette dan, apa yang jauh lebih buruk, Kepalamu terbuat dari kayu."

Pada kata-kata terakhir ini, Pinocchio melompat dalam kemarahan, mengambil sebuah Palu dan melemparnya dengan sekuat tenaga.

Mungkin jangkrik tidak mengira Pinnochio akan menyerangnya. Ternyata palu itu jatuh di kepala sang Jangkrik.

Dengan suara "krik krik krik" yang lemah, Jangkrik yang malang terjatuh dari dinding dan tewas!

Jika kematian Cricket sangat menakutkan bagi Pinnochio, itu hanya untuk beberapa saat saja. Karena, saat malam tiba, perasaan hampa dan perut yang kosong mengingatkan si boneka kayu bahwa dia belum makan apa-apa. Ia teringat akan nasehat si jangrik dan merasa menyesal karena tidak taat pada ayahnya.

Malam itu, Pinocchio yang malang tertidur dengan kakinya di atas kompor, dan terbangun untuk mengetahui bahwa kedua kakinya telah terbakar.

Geppetto dilepaskan dari penjara dan membuat Pinocchio sepasang kaki baru. Sebagai rasa syukur, Pinocchio berjanji untuk bersekolah, dan Geppetto menjual satu-satunya mantelnya untuk membelikannya buku sekolah.

Dalam perjalanan ke sekolah keesokan paginya, Pinocchio menjumpai Teater Marionette Agung, dan dia menjual buku sekolahnya untuk membeli tiket pertunjukan tersebut.

Boneka-boneka di atas panggung mengenalinya di antara penonton dan memanggilnya, hal itu membuat marah Mangiafuoco, sang ahli pemain boneka. Master boneka awalnya memutuskan untuk menggunakan Pinocchio sebagai kayu bakar namun akhirnya melepaskannya dan memberinya lima potongan emas untuk diberikan kepada Geppetto.

Saat Pinocchio pulang ke rumah untuk memberikan uang logam itu kepada ayahnya, dia bertemu seekor rubah dan seekor kucing. Kucing berpura-pura buta, dan si Rubah berpura-pura lumpuh.

Seekor Burung sikatan hitam berwarna putih mencoba memperingatkan Pinocchio tentang kebohongan mereka, namun sayangnya burung itu dimakan oleh Kucing! Kedua hewan tersebut meyakinkan Pinocchio bahwa jika dia menanam koinnya di Lapangan Mukjizat di luar kota Catchfools, mereka akan tumbuh menjadi pohon dengan koin emas.

Mereka berhenti di sebuah penginapan, tempat Rubah dan Kucing mencari makanan dengan uang Pinocchio dan meminta dibangunkan pada tengah malam. Dua jam sebelum waktu yang ditentukan, pasangan tersebut meninggalkan Pinocchio, membiarkannya membayar makanan dengan salah satu uangnya. Mereka menginstruksikan pemilik penginapan untuk memberi tahu Pinocchio bahwa Kucing dan Rubah pergi setelah menerima pesan yang menyatakan bahwa anak tertua dari si Kucing telah jatuh sakit, sehingga Rubah dan Kucing akan bertemu Pinocchio di Lapangan Mukjizat di pagi hari.

Mereka menuju ke lokasi Pinocchio dan menyamarkan diri mereka sebagai bandit sementara Pinocchio terus berlanjut menuju Catchfools, terlepas dari peringatan dari Jangkrik yang bisa Berbicara. Rubah dan Kucing yang menyamar berusaha menyerang Pinocchio secara tiba-tiba, tapi boneka kayu itu lolos ke rumah putih setelah menggigit kaki Kucing.

Setelah mengetuk pintu, Pinocchio disambut oleh peri muda dengan rambut yang berwarna biru kehijauan seperti warna batu pirus, mengatakan bahwa dia sudah meninggal dan menunggu kendaraan yang mengangkut jenazah. Sayangnya, bandit menangkapnya dan menggantungnya di pohon. Setelah beberapa saat, Rubah dan Kucing bosan menunggu boneka kayu itu mati tercekik, dan mereka pergi.

Peri menyelamatkan Pinocchio dengan memanggil elang untuk menurunkannya dan menyuruh pelayan anjing pudelnya menjemputnya di perhentian perhentiannya. Fairy memanggil tiga dokter terkenal untuk memberitahunya apakah Pinocchio sudah meninggal. Dua dari mereka, seekor burung hantu dan gagak, tidak yakin akan kondisi Pinocchio. Dokter ketiga adalah Hantu dari Jangkrik yang bisa Bicara, yang mengatakan bahwa boneka kayu itu baik-baik saja, namun sudah tidak taat dan menyakiti ayahnya. Peri meracik obat untuk Pinocchio yang setuju untuk menerimanya setelah empat kelinci pengiring tiba untuk membawa tubuhnya.

Setelah pulih, Pinocchio terbaring di sebelah Peri. Sang Peri bertanya apa yang telah terjadi pada koin emas, ketika Pinocchio menjawab, hidungnya tumbuh panjang sekali sehingga dia tidak bisa menoleh di ruangan itu. Peri menjelaskan bahwa kebohongan Pinocchio membuat hidungnya tumbuh. Ia memanggil sekelompok burung pelatuk untuk memahatnya hingga ukurannya sebelumnya. Fairy mengajak Geppetto untuk datang dan tinggal bersama mereka di pondok hutan.

Ketika Pinocchio keluar untuk bertemu dengan ayahnya, dia sekali lagi bertemu dengan Rubah dan Kucing. Ketika Pinocchio menyadari ada bagian kaki kucing yang hilang, Rubah menjelaskan bahwa mereka harus mengorbankannya untuk memberi makan seekor serigala tua yang lapar. Mereka mengingatkan boneka itu tentang Lapangan Mukjizat, dan akhirnya, dia setuju untuk pergi bersama mereka dan menanam emasnya.

Mereka akhirnya sampai di kota Catchfools, di mana setiap binatang di kota telah melakukan sesuatu yang sangat bodoh dan sekarang menderita akibatnya. Setelah mencapai Lapangan Mukjizat, Pinocchio mengubur koin-koinnya dan kemudian pergi selama dua puluh menit agar emasnya tumbuh menjadi pohon koin emas. Setelah Pinocchio pergi, Rubah dan Kucing menggali koin-koin itu dan melarikan diri.

Begitu Pinocchio kembali, dia belajar tentang pengkhianatan Rubah dan Kucing dari burung nuri yang mengolok-olok Pinocchio karena termakan tipuan mereka. Pinocchio bergegas ke gedung pengadilan Catchfools tempat dia melaporkan pencurian koin kepada hakim gorila. Meskipun dia tergerak oleh permohonan Pinocchio, hakim menjatuhkan hukuman Pinokio empat bulan penjara karena kasus kriminal akan kebodohan. Untungnya, semua penjahat dibebaskan lebih awal oleh para penjaga penjara saat Kaisar Catchfool yang tak terlihat mengumumkan sebuah perayaan akan kemenangan tentaranya atas musuh-musuhnya kota tersebut. Setelah dilepaskan, Pinocchio meninggalkan Catchfools.

Pinocchio kemudian kembali ke rumah Peri di hutan, tapi dia menyelinap ke halaman petani untuk mencuri beberapa buah anggur. Dia terjebak dalam perangkap musang dimana dia menemukan kunang-kunang. Petani tersebut menemukan Pinocchio dan mengikatnya di kandang anjing pengawalnya, Melampo, untuk menjaga kandang ayam. Ketika Pinocchio menggagalkan musang mencuri ayam, petani membebaskan boneka itu sebagai imbalan. Pinocchio akhirnya datang ke tempat pondok itu, namun tidak menemukan apa-apa selain batu nisan, dan percaya bahwa Peri telah meninggal karena kesedihan.

Seekor merpati yang ramah melihat Pinocchio berkabung atas kematian Peri dan menawarkan untuk mengantarkannya ke pantai, tempat Geppetto sedang membangun sebuah kapal untuk mencari Pinocchio. Dia terhempas ke daratan saat ia mencoba berenang menuju ke ayahnya. Geppetto kemudian ditelan oleh Monster Ikan Hiu Raksasa. Pinocchio menerima tumpangan dari lumba-lumba ke pulau terdekat yang disebut Pulau Sibuk.


Setibanya di Pulau Sibuk, Pinokio hanya bisa mendapatkan makanan sebagai pengganti tenaga kerja. Pinocchio menawarkan untuk membawa pulang kendi milik seorang wanita sebagai pengganti makanan dan air. Ketika mereka sampai ke rumah wanita itu, Pinocchio mengenali wanita itu sebagai Peri, yang sekarang cukup tua untuk menjadi ibunya. Dia bilang dia akan berperan sebagai pengganti ibunya, dan Pinocchio akan mulai sekolah. Dia mengisyaratkan bahwa jika Pinokio berhasil dengan baik di sekolah dan berusaha sekuat tenaga untuk menjadi baik selama satu tahun penuh, maka dia akan menjadi anak laki-laki sejati.

Pinocchio belajar keras dan naik ke peringkat teratas di kelasnya, tapi ini membuat anak-anak sekolah lain cemburu. Anak-anak lain menipu Pinocchio untuk keluar dari kelas tanpa izin dengan mengatakan bahwa mereka melihat monster laut besar di pantai, yang sama dengan yang menelan Geppetto.

Namun, anak laki-laki itu berbohong dan perkelahian pun pecah. Seorang anak laki-laki bernama Eugene terkena buku sekolah Pinocchio, meskipun Pinokio tidak melemparnya. Pinokio dituduh melukai Eugene oleh dua orang Carabinieres, namun boneka kayu itu berhasil melarikan diri.

Selama pelariannya, Pinocchio menyelamatkan Mastiff yang tenggelam bernama Alidoro. Sebagai gantinya, Alidoro kemudian menyelamatkan Pinocchio dari Makhluk Laut berwarna Hijau, yang akan memakannya, saat Pinocchio kembali ke rumah. Setelah bertemu Siput yang bekerja untuk Peri, Pinocchio diberi kesempatan lain oleh Peri.

Pinocchio sangat baik di sekolah dan lulus dengan penghargaan tinggi. Peri berjanji bahwa Pinocchio akan menjadi anak laki-laki sejati keesokan harinya dan mengatakan bahwa dia harus mengundang semua temannya ke sebuah pesta.

Dia pergi untuk mengundang semua orang, tapi dia teralihkan saat bertemu dengan seorang anak laki-laki bernama Candlewick yang akan pergi ke tempat bernama Toyland dimana semua orang bermain sepanjang hari dan tidak pernah bekerja. Pinocchio pergi bersamanya saat mereka dibawa ke sana oleh The Coachman, dan mereka bersenang-senang selama lima bulan berikutnya.

Suatu pagi di bulan kelima, Pinocchio dan Candlewick terbangun dengan telinga keledai. Seekor Tikus memberitahu Pinocchio bahwa anak laki-laki yang tidak berbuat apa-apa selain bermain dan tidak pernah bekerja selalu berubah menjadi keledai saat mereka berada di Toyland. Akhirnya keduanya, Pinokio dan Candlewick, sepenuhnya berubah menjadi keledai. Pinocchio dijual ke sirkus oleh Sang Kusir. Dia dilatih oleh pemimpin sirkus untuk melakukan keahlian khusus hingga akhirnya dia jatuh dan kakinya terkilir.

Sang pemimpin sirkus kemudian menjual Pinocchio kepada pria yang ingin mengulitinya untuk membuat gendang. Pria itu melempar keledai ke laut untuk menenggelamkannya. Tapi saat pria itu pergi untuk mengambil bangkai keledai itu, yang dia temukan hanyalah boneka hidup. Pinocchio menjelaskan bahwa ikan tersebut memakan semua kulit keledai darinya, dan sekarang ia menjadi boneka kayu lagi.

Pinocchio menyelam kembali ke air dan berenang ke laut. Ketika Monster Ikan Hiu yang mengerikan muncul, Pinocchio berenang dari sana atas saran Fairy dalam bentuk kambing kecil biru yang berbulu dari atas batu yang tinggi, namun ditelan olehnya. Di dalam ikan, Pinocchio tiba-tiba menemukan Geppetto, yang ada di kapal. Pinokio dan Geppetto berhasil melepaskan diri dari monster tersebut dan mencari tempat tinggal.

Pinokio dan Geppetto melewati dua pengemis: Rubah dan Kucing. Kucing benar-benar menjadi buta, dan Rubah benar-benar menjadi lumpuh dan juga kurus, hampir tidak berbulu, dan telah memotong ekornya untuk dijual untuk makanan. Rubah dan Kucing meminta makanan atau uang, tapi Pinocchio menolaknya dan mengatakan kepada mereka bahwa nasib buruk mereka telah membalas mereka dengan benar karena kejahatan mereka.

Geppetto dan Pinocchio tiba di sebuah rumah kecil, yang merupakan rumah Jangkrik yang Bisa Bicara. Ia mengatakan mereka bisa tinggal dan mengungkapkan bahwa dia mendapatkan rumahnya dari seekor kambing kecil dengan rambut yang hijau kebiruan. Pinocchio mendapat pekerjaan yaitu bekerja untuk seorang petani dan menyadari keledai petani yang sekarat itu adalah temannya, Candlewick.

Setelah berbulan-bulan bekerja untuk petani dan mendukung Geppetto yang sedang sakit, Pinocchio pergi ke kota dengan uang empat puluh sen yang telah dia selamatkan untuk membeli sebuah jas baru.

"Saya pergi ke pasar untuk membeli mantel, topi, dan sepasang sepatu. Ketika saya kembali, saya akan berpakaian rapi, Anda akan mengira saya orang kaya."

Dia berlari keluar rumah dan menuju desa, tertawa dan bernyanyi. Tiba-tiba dia mendengar namanya dipanggil, dan melihat sekeliling untuk melihat dari mana suara itu datang, dia melihat seekor siput besar merangkak keluar dari semak-semak.

Dia menemukan bahwa Peri itu sakit dan membutuhkan uang. Pinocchio langsung memberi Siput yang ia temui di Pulau Sibuk semua uang yang dimilikinya.

Malam itu, Pinokio, alih-alih tidur pada pukul sepuluh malam sampai tengah malam, dan bukannya membuat delapan keranjang, dia berhasil enam belas buah.

Setelah itu dia pergi tidur dan tertidur.

Saat dia tidur, dia mengimpikan Peri-nya, cantik, tersenyum, dan bahagia, yang menciumnya dan berkata kepadanya, "Bagus, Pinocchio! Sebagai imbalan atas kebaikan hatimu, saya memaafkan Anda atas semua kenakalan Anda yang lama. Anak laki-laki yang mencintai dan menjaga baik-baik orang tua mereka saat mereka tua dan sakit, patut dipuji meski mungkin mereka tidak dipuji sebagai model ketaatan dan perilaku yang baik. Teruslah melakukannya dengan baik, dan Kamu akan bahagia."

Pada saat itu, Pinocchio terbangun dan membuka lebar matanya. Apa yang mengejutkan dan membuatnya gembira saat melihat dirinya sendiri, bahwa dia bukan lagi Marionette, tapi dia telah menjadi anak laki-laki yang sesungguhnya!

Dia melihat sekelilingnya dan bukannya dinding jerami biasa, dia mendapati dirinya berada di sebuah ruangan kecil yang indah, yang tercantik yang pernah dia lihat. Dengan sekejap, dia melompat turun dari tempat tidurnya untuk melihat ke kursi yang berdiri di dekat situ. Di sana, ia menemukan jas baru, topi baru, dan sepasang sepatu.

Begitu dia berpakaian, dia meletakkan tangannya di sakunya dan mengeluarkan sebuah tas kulit kecil yang isinya ditulis dengan kata-kata berikut:

Peri dengan Rambut Hijau Kebiruan mengembalikan lima puluh sen ke Pinocchio tersayang dengan banyak terima kasih atas kebaikan hatinya.

Pinocchio menemukan bahwa Peri telah meninggalkannya sebuah jas, sepatu bot, dan tas baru yang menurutnya adalah empat puluh sen yang awalnya diberikan kepadanya. Sebagai gantinya, anak laki-laki itu kaget saat membuka dompetnya dan menemukan lima puluh koin emas!

"Ayah, Ayah, apa yang telah terjadi? Katakan kepada saya jika Ayah tahu," teriak Pinokio, saat dia berlari dan melompat ke pelukan Ayahnya.

"Perubahan tiba-tiba di rumah kita adalah semua yang Kamu lakukan, Pinocchio sayang," jawab Geppetto.

"Apa yang telah saya lakukan?"

"Hanya ini. Ketika anak laki-laki yang nakal menjadi baik hati, mereka memiliki kekuatan untuk membuat rumah mereka menjadi terang dan baru dengan penuh kebahagiaan."

"Aku ingin tahu di mana Pinokio dari kayu menyembunyikan dirinya?"

"Itu dia," jawab Geppetto.

Dan dia menunjuk Marionette yang besar yang bersandar di kursi, kepala berpaling ke satu sisi, lengan terayun lemas, dan kaki terpelintir di bawahnya.

Setelah lama melihat-lihat, Pinocchio berkata pada dirinya sendiri dengan penuh perhatian: "Betapa konyolnya aku sebagai Marionette! Dan betapa bahagianya aku, karena sekarang telah menjadi anak laki-laki sungguhan!"

Kesehatan Geppetto kembali pulih dan ia melanjutkan memahat kayu. **

Tamat

Penulis: Carlo Collodi 1883

Paus kayu



No comments: