Anak yang Tidak Berterima Kasih

Ungrateful Son >> English Version

Cerita Rakyat dari Jawa Timur

JATUR dan Menur adalah kembar. Jantur adalah anak laki-laki dan Menur adalah seorang perempuan. Jantur dan Menur sangat berbeda. Jantur malas dan mudah marah. Ketika Jantur marah, dia selalu mengatakan hal-hal buruk. Di sisi lain, Menur berprilaku baik, rajin, dan sabar.

Ketika orang tua mereka bekerja di sawah, Jantur meminta Menur untuk memasak. Dia lapar. Menur kemudian memasak untuk saudaranya. Setelah makanan disajikan, Jantur makan. Tiba-tiba dia melempar makanan di lantai. 

"Makanan apa ini? Cuih! Ini tidak lezat!"

Menur menangis. Dia sangat sedih. Tapi dia tidak marah dengan saudaranya. Perlahan dia mengumpulkan makanan di lantai dan memasukkannya ke dalam tempat sampah.

Ketika orang tua mereka kembali ke rumah, Menur bercerita tentang makanan. 

Sang ayah menyarankan Jantur, "Mengapa Kamu melakukan itu kepada sudaramu? Dia sudah membantu Anda."

Jantur marah, "Aku tidak peduli! Makanannya tidak lezat! Aku benci dia. "

"Tolong jangan mengatakan hal itu. Ia saudaramu," ayah mencoba menenangkannya.

"Kenapa kau membelanya? Mengapa Anda tidak mendukung saya? Jika tidak mencintaiku lagi, pergi dari sini! Aku benci kalian semua!"

Jantur sangat marah. Dia tidak bisa mengendalikan diri. Menur dan orangtuanya kemudian meninggalkan rumah. Mereka sekarang tinggal di gunung. Sehari-hari mereka berdoa kepada Tuhan untuk membuat Jantur menjadi orang yang baik.

Tidak lama setelah itu, Jantur menderita penyakit. Tubuhnya penuh tumor dan terlihat sangat buruk. Tak seorang pun ingin melihat dia. Dia terlihat sangat jelek. Jantur menyadari bahwa Tuhan menghukum dia dan ia menyesal. Kemudian dia meninggalkan rumahnya untuk mencari orang tua dan saudaranya.

Akhirnya ia menemukan mereka. Dia meminta maaf kepada mereka. 

"Maafkan aku, Ayah dan Ibu. Maaf Menur. Saya telah melakukan hal-hal buruk untuk Anda semua. Sekarang mohon maafkan saya," kata Jantur.

"Kita semua sudah memaafkanmu, Nak. Setiap hari kita berdoa untuk Anda. Sekarang Tuhan mendengar doa kami. Datanglah ke sini ..." 

Ibu kemudian memeluk Jantur.

Tiba-tiba semua tumor dalam tubuh Jantur hilang! Jantur sangat senang. 

"Terima kasih Tuhan! Terima kasih, Ibu, Ayah dan Menur. Aku berjanji akan menjadi orang yang baik." ***
Anak Jawa

Terima Kasih

No comments: