Brahmana dan Kepiting



Dwijeswara and The Crab >> English Version

Fabel Candi Mendut dari Jawa Tengah (Kisah berasal dari India)

Adalah seorang brahmana bernama Dwijeswara. Ia terkenal sangat bijaksana. Sang Brahmana sedang bersembahyang di gunung dan berjumpa dengan seekor kepiting yang bernama Astapada.

Sang Kepiting mungkin tersesat dan sampai di puncak gunung dalam keadaan kelelahan dan kehausan. Hati Sang Brahmana terketuk melihat makhluk yang berada dalam kesusahan dan kebingungan.

Kepiting tersebut oleh Sang Brahmana dimasukkan dalam buntalan pakaian dan dibawa berjalan.

Setelah beberapa lama, Sang Brahmana tiba di sebuah sungai dan Sang Kepiting dilepaskan. Sang Brahmana capek, beristirahat di atas batu datar dan ketiduran. Ia tidur dengan nikmat dan perasaan yang nyaman. Sang Brahmana bersyukur dianugerahi kesadaran sehingga dapat menyelamatkan makhluk yang sedang berada dalam penderitaan.

Seekor ular dan seekor burung gagak sedang berencana melakukan kejahatan. Kepada burung gagak, ular minta diberitahu apabila ada orang ketiduran di atas batu. Dia akan datang untuk memangsa orang itu.

Tak berapa lama burung gagak melihat seorang brahmana sedang tidur di sana.

Burung gagak menemui ular dan berkata, "Ada manusia sedang tidur di sana. Silakan memangsanya. Aku hanya minta disisakan matanya untuk menjadi santapan siang."

Begitulah perjanjian mereka. Sang Kepiting Astapada mendengar pembicaraan mereka. Kedua hewan itu sama-sama buruk kelakuannya. Maka Sang Kepiting mendatangi mereka.

"Wahai kedua temanku percayalah kepadaku, aku akan berusaha memanjangkan leher kalian. Agar kalian lebih dapat menikmati santapan."

Mereka setuju dengan usul Sang Kepiting, dan diminta mendekatkan lehernya. Saat keduanya menyerahkan leher untuk dipanjangkan, maka kedua leher tersebut disupit oleh Sang Kepiting dan keduanya mati seketika.

PESAN MORAL : Kebaikan pasti akan dibalas dengan kebaikan,begitu juga sebaliknya (Karma)

kaskus.co.id