Putri Tandampalik


Princess Tandampalik >> English version

Cerita rakyat dari Sulawesi Selatan

RAJA Luwu memiliki seorang putri yang sangat cantik. Namanya Putri Tandampalik. Dia sangat cantik. Setiap orang yang melihatnya akan jatuh cinta padanya. Semua orang tahu tentang kecantikannya, termasuk Raja Bone. Tulang adalah sebuah kerajaan yang jauh dari Luwu Raya.

Kemudian, Raja Bone melakukan kunjungan ke Luwu untuk mengusulkan Putri Tandampalik menjadi putrinya mertuanya. Putranya, Pangeran Bone, masih lajang. Raja Luwu sebenarnya tidak mau menerima proposal. Menurut budaya, dia tidak bisa memiliki menantu yang hidup sangat jauh dari dia. Jika tidak, ia akan menderita penyakit yang mengerikan. Tapi, ia tahu jika ia menolak itu, Kerajaan Bone akan menyerang Luwu.





Banyak dari rakyatnya akan menderita. Setelah itu, Raja Bone datang ke Luwu dan berbicara tentang proposal pernikahan. Raja Luwu mengatakan ia membutuhkan waktu untuk memutuskan. Raja Bone dipahami dan pulang.

Tiba-tiba, hal yang buruk terjadi. Putri Tandampalik sakit. Dia terjangkit ruam kulit. Tabib Kerajaan mengatakan penyakit ini bisa menulari orang lain. raja kemudian memutuskan untuk menempatkan sang putri di tempat yang aman. Itu di sebuah pulau terpencil bernama Wajo Island.

Sang putri tidak sendirian. Beberapa prajurit menemaninya. Sang putri sedih. Tapi dia tahu kalau dia tinggal di kerajaan itu, banyak orang akan terinfeksi. Jadi dia tidak marah dengan ayahnya untuk membuat dia tinggal di sebuah pulau terpencil.

Beberapa hari setelah Putri Tandampalik tinggal di Pulau Wajo, seekor sapi datang padanya. Sapi itu berbeda dari sapi lainnya. Kulitnya albino. sapi menjilat kulit Putri Tandampalik ini. Hebatnya, penyakit itu sembuh. Kulitnya halus lagi. Kecantikannya kembali!

Sementara itu, Pangeran Bone sedang berlayar di laut. Dia mendarat di Wajo Island. Dia begitu terkejut melihat seorang gadis yang sangat cantik tinggal di sebuah pulau terpencil.

"Wow, mungkin dia adalah seorang malaikat," pikirnya.

"Siapa kau, gadis cantik? Apakah kamu tinggal di sini?" tanya Pangeran Bone.

Putri Tandampalik kemudian menjelaskan semuanya. Pangeran Bone telah mendengar tentang dia sebelumnya. Dia sangat senang bahwa ia akhirnya bertemu. Dia segera membawa Putri Tandampalik dan tentara kembali ke Luwu Raya. Raja Luwu sangat senang bahwa putrinya sembuh. Tidak lama setelah itu, Raja mengadakan pesta pernikahan untuk putrinya dan Pangeran Bone. ***