Putri Ayu Nyimas Rahima

Putri Ayu Nyimas Rahima | English Version

Cerita rakyat dari Jambi

DI Jambi, ada satu kuburan yang dianggap sakral, yaitu kuburan Putri Ayu Nyimas Rahima. Dia adalah istri Sultan Muhammad, raja yang pernah memerintah Jambi. Apakah Kamu ingin tahu mengapa kuburan Putri Ayu masih dijaga sangat baik? Ayu baca terus

Nyimas Rahima adalah putri Kemas Mahmud. Dia adalah seorang pria terhormat di Jambi. Nyimas Rahima sangat cantik. Dia juga memiliki sopan santun. Dia sopan dan membantu. Dia juga religius. Orang senang mendengarkan suaranya yang hebat saat dia membacakan Alquran yang suci. Dengan kualitas yang dimilikinya, tak heran orang mencintainya.

Saat itu Jambi sedang bertengkar dengan Belanda. Orang bertempur dengan gagah berani. Mereka dipimpin oleh Sultan Muhammad, raja mereka yang bijak, kuat, kuat, dan muda. Ya, Sultan Muhammad masih muda.

Raja mendengar tentang Nyimas Rahima. Dia penasaran dengannya. Dia ingin melihat betapa cantiknya dia. Jadi, suatu malam dia diam-diam meninggalkan pertempuran hanya untuk menemui Nyimas Rahima.

Raja tiba di rumah Kemas Mahmud. Dia terkejut memiliki raja sebagai tamunya. Raja akhirnya bertemu dengan Nyimas Rahima. Raja jatuh cinta pada pandangan pertama. Tidak ada yang tahu bahwa Nyimas Rahima juga mencintainya. Dia telah lama mengagumi raja.

Raja tidak mau membuang waktu. Dia mengusulkan agar Nyimas Rahima menjadi istrinya. Usulan itu diterima. Karena mereka berada di tengah perang, keluarganya sepakat untuk tidak merayakan pernikahan dalam sebuah upacara yang besar. Jadi pernikahan itu diadakan secara sangat sederhana.

Raja membawa Nyimas Rahima ke istananya. Dia kemudian bernama Putri Ayu. Raja dan ratu hidup bahagia. Ketika raja meninggalkannya untuk bergabung dalam perang, sang ratu tidak pernah berhenti berdoa untuknya. Dia mengurus kerajaan dengan sangat baik saat suaminya pergi. Orang-orang sangat bersyukur memiliki Putri Ayu sebagai ratu mereka.

Hidup mereka menjadi jauh lebih bahagia saat mereka melahirkan anak laki-laki. Raja menamakannya Adipati. Raja tidak bisa menghabiskan banyak waktu bersama keluarganya. Perang belum berakhir. Sang ratu mengerti bahwa suaminya harus mempertahankan tanah air mereka. Dia selalu mengajarkan anaknya tentang patriotisme. Pangeran Adipati tumbuh lebih besar dan ia sering bertanya mengapa ayahnya sering meninggalkan istana. Ratu mengatakan kepada pangeran bahwa ayahnya harus mempertahankan tanah air mereka.

Raja dan ratu akan memiliki anak kedua. Ya, ratu itu sedang hamil. Raja dan ratu sangat bahagia.

Perang semakin memburuk. Belanda melipatgandakan jumlah tentara mereka. Dan itu membuat sang raja bekerja lebih keras.

Raja belum pulang selama berbulan-bulan. Ratu hendak melahirkan bayinya. Dia tidak mengeluh. Dia masih mengurus kerajaan dengan baik. Namun kondisinya semakin lemah dan lemah. Dia tidak sehat.

Kondisi ratu semakin memburuk. Kesehatannya menurun drastis. Tuhan punya rencana lain. Ratu akhirnya meninggal.

Ratu dimakamkan di taman istana. Makam itu dibangun dengan indah.

Pangeran Adipati sangat sedih. Dia baru saja kehilangan ibunya dan dia tidak tahu di mana ayahnya berada. Sayangnya Belanda telah mendekati istana. Pangeran diminta untuk meninggalkan istana.

Setelah pangeran meninggalkan istana, tentara Belanda tiba di istana yang kosong. Mereka tidak menemukan siapapun. Sebagai gantinya mereka menemukan kuburan yang indah. Mereka bertanya siapa yang dikuburkan di sana. Ketika mereka tahu tentang Putri Ayu, Belanda memutuskan untuk tidak menghancurkan kuburan tersebut.

Kuburan itu kini masih ada dan masyarakat setempat setempat menganggapnya sebagai kuburan suci. **

Bunga

No comments: