Putri Mandalika (Asal Usul Bau Nyale)


Princess Mandalika >> English version

Kunjungi juga: Cara Menggambar dan Halaman Mewarnai Putri Mandalika

Cerita rakyat dari Nusa Tenggara Barat

Dahulu kala, ada sebuah kerajaan di Lombok. Rajanya memiliki seorang putri yang sangat cantik. Namanya Putri Mandalika. Banyak pria muda yang jatuh cinta padanya.

Pangeran dari seluruh negeri ingin menikahinya. Satu per satu, mereka datang untuk melamarnya. Putri Mandalika adalah seorang gadis yang baik. Dia tidak suka membuat orang lain sedih. Jadi, ketika para pangeran datang untuk melamarnya menjadi istri mereka, dia menjadi sangat bingung. Dia tidak bisa memutuskan pendapat, dan dia juga tidak ingin membuat mereka sedih.





Raja kemudian mengadakan kompetisi di pantai Seger Kuta, Lombok. Dia meminta semua pemimpin untuk mengambil bagian dalam kompetisi memanah. Aturannya sederhana: siapa pun menembak target dengan sempurna, ia bisa menjadi suami dari putrinya yang cantik.

Satu per satu, semua peserta mencoba  yang terbaik. Mereka semua ingin menjadi pemenang. Setelah beberapa kali, tidak ada pemenang. Semua peserta hebat. Pangeran-pangeran tersebut ahli dalam menahan.

Karena tidak ada satu pemenang, maka mereka mulai berdebat. Mereka mengklaim untuk menjadi yang terbaik. Argumen itu semakin mepanas.

Akhirnya, mereka semua berkelahi. Segera, terjadi pertempuran yang lebih besar. Rasanya seperti terjadi peperangan, karena semua pangeran membawa tentara mereka dalam kompetisi memanah.

Putri Mandalika benar-benar khawatir. Dia tidak ingin perang menjadi lebih besar dan merugikan banyak orang. Akhirnya, dia punya ide.

"Semua orang, dengarkan! Aku tahu kalian semua mencintaiku dan ingin aku menjadi istri Anda. Tapi aku tidak bisa menjadi semua istri Anda. Saya tidak ingin kalian untuk bertempur karena aku. Dan aku tidak ingin kalian menjadi sedih. saya ingin kalian semua memiliki saya, tapi bukan sebagai istri. Saya ingin menjadi seseorang yang sdapat dimiliki semua orang. Saya ingin menjadi sesuatu yang berguna bagi Anda. saya ingin menjadi Nyale yang Anda semua bisa menikmati bersama-sama," kata putri Mandalika.

Raja dan semua orang lain di pantai tidak mengerti apa maksudnya. Raja kemudian datang padanya. Tapi sebelum ia datang lebih dekat dengan putrinya, Putri Mandalika melompat ke laut. Dia menghilang di gelombang besar.

Suasana menjadi kacau di pantai. Orang-orang berteriak. Semua pemuka mencoba berenang untuk menemukan sang putri. Tapi tidak ada yang berani untuk melompat ke laut, gelombangnya terlalu tinggi.

Setelah beberapa jam mencoba untuk mencari sang putri, tiba-tiba mereka menemukan banyak cacing laut di pantai. Raja kemudian menyadari bahwa putrinya telah menjelma sebagai cacing laut. Kemudian ia memberi nama cacing sebagai Nyale.

Sampai saat ini, orang-orang di Lombok selalu mencoba untuk menangkap nyale. Nyale sangat lezat dan itulah sebabnya semakin banyak orang datang ke Lombok untuk menangkapnya. Namun, mereka tidak bisa menangkapnya di waktu kapan saja yang mereka inginkan. Mereka hanya dapat menemukannya setahun sekali, pada bulan Februari atau Maret. Tradisi menangkap cacing laut yang itu disebut Bau Nyale. ***

Horse (Equine) Art, Pencil on Paper Collection