Telu Pak

Telu Pak | English version

Cerita rakyat dari Lampung

Dulu, tinggal seorang pemuda bernama Buyung. Saat masih kecil, orang tuanya memanjakannya. Mereka selalu memberinya apa pun yang dimintanya. Buyung tumbuh menjadi pria manja dan malas. Dia tidak suka bekerja keras.

Buyung sudah dewasa dan dia sudah menikah. Orang tuanya meninggal dan Buyung tidak punya uang. Dia menjadi miskin! Istrinya menyarankan agar ia mencari seorang guru untuk memberinya pelajaran bagaimana menjadi kaya lagi, Buyung setuju, dia meninggalkan rumahnya dan memulai perjalanannya untuk mencari seorang guru.

Akhirnya Buyung bertemu dengan seorang guru. Dia menyarankan agar Buyung selalu melakukan hal yang baik meski dia tidak suka melakukannya. Buyung menerima sarannya lalu pulang.

Tiga bulan setelah bertemu dengan guru dan melakukan nasehatnya, Buyung masih belum menjadi kaya. Dia memutuskan untuk mencari guru baru.

Dia bertemu dengan guru kedua. Dia menyarankan Buyung untuk tidak bermimpi sesuatu yang tidak mungkin terjadi. Buyung mengerti lalu pulang.

Sekali lagi, Buyung kecewa karena saran gurunya tidak membuatnya kaya. Dia ingin mencari guru lain.

Ia bertemu dengan guru ketiga. Ia menyarankan Buyung untuk tidak mendengarkan wanita karena hal itu bisa mengganggu pikirannya.

Sayangnya saran itu membuat Buyung dan istrinya selalu berdebat. Akhirnya Buyung menyadari bahwa itu adalah nasehat yang buruk sehingga dia memutuskan untuk mencari guru lain.

Dia berkata, "Saya akan memberikan saran dan saya dapat menjamin bahwa Anda akan sukses dan kaya jika Anda memberikan saran saya, namun Anda harus berjanji bahwa Anda tidak akan menemukan guru semut lainnya."

Buyung setuju. Kemudian guru keempat mengatakan bahwa Buyung harus membantu orang kapan saja, siang dan malam. Buyung mengerti kemudian ia mengganti namanya menjadi Telu Pak, telu berarti tiga dan pak berarti empat. Singkatnya, Telu Pak adalah orang yang memiliki empat guru.

Suatu malam, seseorang mengetuk pintu Telu Pak. Seorang tentara datang dengan mayat. Dia mengatakan bahwa temannya meninggal dan dia tidak bisa membawa mayat ke istana. Dia meminta Telu Pak untuk menguburkan mayat tersebut. Telu Pak ingat saran gurunya, jadi dia membantu tentara tersebut.

Hari sudah gelap dan Pak Telu tidak bisa melihat dengan jelas. Sementara dia menggali tanah, cangkulnya menabrak sesuatu. Itu adalah batu besar yang bersinar! Setelah dia menguburkan tentara tersebut, dia menunjukkan batu itu kepada istrinya.

"Ini berlian!" Kata istrinya.

Ya, itu berlian besar! Dan kabar menyebar sangat cepat orang ngomongin bahwa TeIu Pak punya berlian besar.

Raja juga mendengarnya dan dia ingin memilikinya. Dia pergi ke rumah Telu Pak.

Dia berkata, "Telu Pak, saya juga memiliki berlian seperti milikmu tapi lebih kecil, saya percaya berlian Anda adalah ibu berlian saya dan saya yakin ibu berlian itu mencari anaknya."

Raja melanjutkan, "Mari kita meletakkan 'berlian di atas meja. Jika berlian Anda mendekati tambang, berlian Anda milik saya, sebaliknya berlian saya mendekati Anda, maka berlian saya adalah milik Anda."

"Berurusan!" Kata Telu Pak. Dia setuju dengan tantangan raja.

Kemudian mereka menaruh berlian mereka di atas meja. Pelan-pelan, berlian raja mendekati berlian Telu Pak. Raja menepati janjinya, dia memberikan intannya pada Telu Pak.

Telu Pak senang. Dia memiliki dua berlian. Dia menjual berlian itu dan menghabiskan uangnya dengan bijak. Dia memberikan sebagian dari uangnya untuk orang miskin. Orang-orang menghormati Telu Pak dan banyak orang menjadi muridnya. Telu Pak mengajari mereka tentang semua pelajaran dari keempat gurunya. ***

Pakaian adat Lampung

No comments: