Kakatua dan Nuri

The Cockatoo and the Parrot | English Version

Cerita Rakyat dari Papua

Dahulu kaka di Manikan, yaitu di Kabupaten Maybrat, Papua Barat, Burung Kakatua dan Nuei hidup berdampingan. Mereka adalah teman baik.

Suatu hari, burung Kakatua berkata pada burung Nuri.

 “Bagaimana kakau kita ke Dusun Sagu? Di san abanyak sekali sagu berceceran.“

Burung Nuri menerima ajakan burung Kakatua.

Tak lama kemudian, mereka tiba di dusun sagu.

“Bagaimana caranya kita memotong pohon sagu ini dan mengambil isinya?” tanya burung nuri.

Kakatua pun menjelaskan caranya.

Ayo kita lubangi pangkal pohon ini sampai tumbang, lalu kita lepas kulitnya dan jita pukul-pukul sampai sagunya keluar. Musah bukan?” jawab burung Kakatua.

Ah! Aku tidak setuju. Bagaimana kalau kita lubangi ujung dan pangkal pohon, lalu kita korek isinya dengan kayu? Ujar burung Nuri.

Namun burung Kakatu a tidak setuju dan tetao melakukan dengan caranya.

Burung Nuri pun mengikuti Buburung  Kakatua. Mereka melubangi pangkal sagu sampai tumbang lalu melepaskan kulit batang sagu tersebut.

Setelah kulit sasu lepas, mereka mulai mamukul-mukul batang sagu tersebut. Burung Nuri pun merasa sangat kelelahan . Ia pun terus mengomel.

Burung Kakatua tidak mendengarkan keluhan burung Nuri. Ia terus memukul-mukul batang sagu. Akibatnya burung Nuri merasa sangat marah.

Burung Nuri pun mengambil kayu yang digunakan untuk memukul batnag sagu dan memukul kepala burung  Kakatua dengan kayu itu hingga berdarah.

Burung nuri merasa terkejut. Ia pun membawa burung Kakatua pulang dan merawat sahabatnya itu dengan baik. Burung Nuri amat menyesali prbuatan kasarnya.

Akhirnya burung kakatua sembuh. Tetapi luka tersebut meninggalkan bekas luka dikepalanya.  Itulah sebabnya mengapa ada bagian di kepala burung Kakatua yang tidak ditumbuhi bulu. (*)

Burung Nuri Kepala Hitam/The black-capped lory (Lorius lory)

No comments:

Horse (Equine) Art, Pencil on Paper Collection