Raja Burung Parkit



The Parakeet King >> English Version

Cerita rakyat dari Nangroe Aceh Darussalam

Di hutan Aceh, burung parkit hidup damai dengan raja mereka yang bijaksana. Namun, sekarang kehidupan damai mereka terganggu. Seorang pemburu masuk ke hutan dan berencana untuk menangkap mereka.

Ini pagi yang indah. Parkit dan raja mereka bertengger di dahan pohon. Mereka tidak tahu bahwa pemburu bersembunyi. Pemburu ingin menangkap parkit jala-Nya.

Pemburu melempar jaring ke arah parkit. Beberapa parkit dan raja parkit tertangkap di bawah jaring. Parkit takut tapi raja parkit mengatakan kepada mereka apa yang harus dilakukan.

"Tenang. Aku punya rencana. Kita semua pura-pura mati. Ketika pemburu mengangkat jaring, kita terbang cepat ke langit," saran raja parkit.

Pemburu pergi ke jaringnya. Dia kecewa! Dia pikir semua parkit mati.

"Oh tidak! Aku tidak bisa menjual burung yang mati."

Dia kemudian mengangkat jaring.

Tidak lama setelah itu, parkit membebaskan diri dan terbang ke langit. Tapi raja parkit masih terjebak. Dia tidak ingin terbang ke langit sampai semua parkit bebas.

Pemburu terkejut ketika ia melihat parkit terbang. Dia melihat ada satu parkit tersisa di jaring.

Dia bergerak cepat.

"Hap!" ia menangkap raja parkit.

Kemudian pemburu pulang. Dia menempatkan raja parkit di kandang burung.

Di hutan, semua parkit sedih karena raja mereka terkunci di kandang burung. Mereka mengatur rencana untuk membebaskan raja mereka. Semua parkit terbang ke rumah pemburu. Dengan paruh mereka, parkit mematuk kandang burung. Lambat tapi pasti, sangkar burung ini rusak. Kemudian raja parkit bisa membebaskan dirinya.

"Terima kasih. Kalian semua sangat baik padaku. Tanpa bantuanmu, saya masih terjebak dalam sangkar burung ini," kata raja parkit. ***

No comments: